Senin, 27 Februari 2012

Refiew Film "An Inconvenient Thruth"

Presentasi ini disampaikan oleh calon presiden Amerika Serikat yang gagal menjadi presiden karena gagal bersaing dengan G.W. Bush. Ia bernama George. Dalam presentasinya ia memaparkan tentang bahaya global warming bagi seluruh penduduk bumi pada umumnya dan penduduk Amerika khususnya. Berikut adalah isi presentasinya :

Pada awalnya manusia di bumi mengenal bentuk foto bumi pertama yang dilansir pada tanggal 25 Desember 1968. Dan selanjutnya didirikanlah gerakan peduli lingkungan 18 bulan kemudian, tepatnya pada 11 Desember 1972. Gerorge menceritakan bahwa dulu teman sekolahnya waktu kecil bertanya pada guru geografinya. Apakah benua-benua yang ada di bumi, khususnya bagian Amerika Latin dan Afrika Barat dahulunya bersatu menjadi satu daratan....
 Dan anehnya guru geografui tersebut mengatakan tidak. Tidak mungkin jika benua sebesar itu bergerak mendekat dan akhirnya menyatu. Global warming berkaitan erat dengan kondisi atmosfer. Kronologinya adalah saat sinar matahari menyinari permukaan bumi maka cahaya yang didapat akan dipantulkan ke atmosfer dan sisanya akan dipantulkan lagi ke bagian bumi yang lain, hal ini dimaksudkan untuk menjaga suhu bumi agar tetap stabil. Namu lain ceritanya jika atmosfer yang tipi situ berubah menjadi tebal (karena asap kendaraan, asap pabrik,dll) maka sinar infra merah dari matahari akan banyak terserap dan memantulkan cahaya yang lebih panas ke bumi, Sehingga suhu bumi meningkat drastis.

Gambar ilustrasi green house effect dan gas rumah kaca.

Pada tahun 1958 para ilmuan coba menghitung jumlah gas CO2 dan hasilnya didapat bahwa grafik kadar CO2 dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan mencairnya es yang ada di kutub (menurunnya permukaan gletser). Sehingga dapat didapatkan sebuah pemaparan bahwa kadar CO2 di bumi sebanding dengan meningkatnya suhu bumi. Semakin tinggi kadar CO2 maka, semakin tinggi pula suhu di bumi dan semakin cepat pula es di kutub mencair. Akibat selanjutnya jika es di kutub mencair adalah seluruh permukaan laut di bumi akan meningkat. Fakta lagi-lagi menjadi bukti, akhir-akhir tahun ini telah terjadi banyak musibah banjir, seperti yang menimpa India, Peru, Jepang, Brazil, Swiss dll. Bahkan tidak hanya banjir, yang terjadi justru cenderung berupa badai dan angin topan yang menghancurkan perumahan warga, fasilitas umum dan juga merenggut banyak korban jiwa. Analoginya adalah
Suhu ↑ =  Angin ↑ =   Curah Hujan ↑ + Badai menyerap Energi dan menyebabkan kerusakan
Namun kejadian tersebut bertolak belakang di daerah gurun dan bersuhu tinggi. Justru yang terjadi adalah wabah kekeringan. Hal ini terjadi karena Sinar matahari jika terkena permukaan tanah, maka air yang ada pada tanah akan otomatis menguap karena permukaan tanah bersifat menyerap panas. Sehingga terjadilah kekeringan. Akibat adanya global warming ini suhu dunia erubah secara non linear / perubahan dalam skala besar. Di lain sisi jika permukaan es terus mencair maka hal tersebut akan mengganggu arus perepindahan energi yang ada pada laut. Analoginya adalah
Es leleh → Cairan Es jatuh ke laut → Mengendap (karena ada kandungan garam) → Menyumbat aliran energi panas → Pembekuan global


Selain hal tersebut di atas, peningkatan suhu secara global juga akan mengakibatkan hal-hal berikut :
1. Pinus di Swedia banyak yang mati
2. Karena jumlah migrasi burng yang ke luar tidak normal, maka masa bertelurnya pun juga berubah menjadi lebih cepat.
3. Vektor penyakit banyak yang muncul.
4. Nyamauk mulai bisa hidup di daerah pegunungan.
5. Musnahnya beberapa spesies hewan.
Banyak orang menyangka bahwa es yang mencair tidak akan mempengaruhi aktivitas bumi, karena es tersebut dapat membeku lagi. Namun fakta yang terjadi adalah esyang telah mencair tidak bisa membeku lagi, karena aliran air laut akan terus ada. Sehingga semakin memperburuk kondisi permukaan air laut (permukaan air laut semakin meningkat). Kenyataan tentang menaiknya suhu bumi dipengaruhi oleh ledakan penduduk yang menekan permintaan akan makanan, minuman, kebututhan hidup lain. Juga dipengaruhi oleh revolusi teknologi yang tidak ramah lingkungan, sehingga mencemari lingkungan terutama mencemari atmosfer bumi kita. Kondisi tersebut diperparah dengan tindakan G.W. Bush yang bersikukuh akan faham materialismenya dan membredel semua majalah, Koran, jurnal ilmiah, dan media-media lain yang dianggap tidak sejalan dengan pandangan materialism ala Amerika. Banyak ilmuawan-ilmuwan yang dipaksa merubah hasil penelitian mereka, dan mereka diancam untuk diberi  hukuman berat jika terus memaparkan global warming karena G.W. Bush menganggap bahwa isu global warming hanyalah khayalan para ilmuwan.

Namun dengan penuh semangat, George terus memberikan presentasinya kepada seluruh Negara di dunia. Misi yang ia usung hanya satu, yakni pengertian dari segenap warga dunia bahwa dunia telah berada pada titik kritis. Dan dunia perlu dukungan dari warga-warga yang menghuninya agar senantiasa menjaga kestabilan suhu dan lingkungan demi terciptanya kehidupan yang lebih baik. Perlu ada reaksi mendadak dan signifikan agar setiap orang yang ada di bumi ini sadar bahwa telah terjadi perubahan. Perubahan yang sedikit demi sedikit pada bumi itulah yang menyebabkan kita belum sadar bahwa telah menunggu perubahan yang menuju kearah bencana. Keseimbangan antara konsep pemenuhan kebutuhan ekonomi dengan pemberdayaan lingkungan adalah suatu solusi membentuk tatanan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar